Inovasi Gerebek Tenda

Undang – Undang No 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Masyarakat Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025 menyatakan bahwa pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, maka pembangunan kesehatan dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Saat ini Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab kematian utama sebesar 36 juta (63%) dari seluruh kasus kematian yang terjadi diseluruh dunia, dimana sekitar 29 juta (80%) justru terjadi di negara sedang berkembang (WHO 2009). Peningkatan kematian akibat PTM dimasa mendatangdiproyeksikan akan terus terjadi sebesar 15% (44 juta kematian) dengan rentang waktu antara 2010 – 2020. Kondisi ini timbul akibat perubahan perilaku manusia dan lingkungan yang cenderung tidak sehat terutama di negara-negara yang sedang berkembang.

 

LATAR BELAKANG

Pada awal perjalanan PTM sering kali tidak bergejala dan tidak menunjukkantanda klinis secara khusus sehingga dating sudah terlambat atau pada stadium lanjut, akibat tidak mengetahui dan menyadari kondisi kelainan yang terjadi pada dirinya. Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 menunjukkan bahwa 69,6% dari kasus Diabetes Melitus dan 63,2% dari kasus hipertensi masih belum terdiagnosis. Keadaan ini mengakibatkan kematian lebih dini. Dalam kurun waktu 1995-2007 kematian akibat PTM mengalami peningkatan dari 47,1% menjadi 5,95%. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan prevalensi penyakit Stroke 12,1 per 1.000 penduduk, penyakit jantung coroner 1,5%, gagal jantung 0,3%, Diabetes Melitus 6,9%, Gagal Ginjal 0,2%, Kanker 1,4 per 1.000 penduduk, Penyakit Paru-paru Obstruktif Kronis 3,7% dan Cedera 8,2%.

PTM dapat dicegah dengan mengendalikan factor resikonya, yaitu diet yang tidak sehat, kurang aktifitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol. Mencegah dan mengendalikan factor resiko relative lebih murah daripada mengobati PTM. Pengendalian factor resiko PTM merupaka upaya pencegahan agar tidak terjadi factor resiko bagi yang belum memiliki resiko PTM. Pengendalian PTM bertujuan untuk mencegah komplikasi, kecacatan dan kematian dini serta meningkatkan kualitas hidup. Salah satu strategi pengendalian PTM denagn dibekali pengetahuan dan ketrampilan untuk melakukan deteksi dini, monitoring factor resiko serta tindak lanjutnya. Kegiatan ini disebut dengan Pos Pembinaan PTM.

Posbindu PTM merupakan wujud peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan monitoring factor resiko PTM serta tindak lanjutnya yang dilaksanakan secara terpadu, rutin dan periodik. Kegiatan Posbindu PTM diharapkan dapat meningkatkan sikap mawas diri masyarakat terhadap factor resiko PTM sehingga peningkatan kasus PTM dapat dicegah. Sikap mawas diri ini ditunjukkan dengan adanya perubahan perilaku masyarakat yanglebih sehat dan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan tidak hanya pada saat sakit, melainkan juga dalam keadaan sehat. Dalam menyelenggarakan Posbindu PTM diperlukan suatu pedoman yang dapat menjadi panduan bagi penyelenggaraan kegiatan para pemangku kepentingan serta pelaksana di lapangan.

Kegiatan Posbindu PTM Gerebek Tenda merupakan perluasan kegiatan Posbindu PTM yang memang sudah berjalan di Puskesmas II Pekutatan

 

TUJUAN

Tujuan Umum

Terlaksananya pencegahan dan pengendalian faktor resiko PTM berbasis peran serta masyarakat secara terpadu, rutin dan periodic dengan kegiatan GEREBEK TENDA.

 

Tujuan Khusus

1.      Terlaksananya deteksi dini factor resiko PTM

2.      Terlaksananya monitoring factor resiko PTM

3.      Terlaksananya tindak lanjut dini

 

RINCIAN KEGIATAN

Adapun rincian kegiatan yang dilaksanakan dalam GEREBEK TENDA yaitu

1.      Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan GEREBEK TENDA

2.      Melakukan koordinasi dengan lintas program di puskesmas dan lintas sector sebelum pelaksanaan kegiatan

3.      Membuat jadwal dan mensosialisasikan pada sasaran

4.      Pelaksanaan Posbindu PTM

Pelaksanaan Posbindu PTM Gerebek Tenda dilaksanakan 1 kali tiap bulan yaitu bertempat di Banjar Pasut, Desa Pengeragoan yang meliputi :

·                Pengukuran berat badan, tinggi badan dan Indeks Massa Tubuh (IMT)

·                Pengukuran lingkar perut

·                Pengukuran tekanan darah

·                Pemeriksaan kadar gula darah

·                Konsultasi Dokter dan Ahli Gizi (bila diperlukan)

·                Pemberian makanan tambahan

·                 

SASARAN KEGIATAN

Adapaun yang menjadi sasaran dalam kegiatan Gerebek Tenda ini yaitu masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan berusia lebih dari 15 tahun yang memiliki factor resiko PTM.

TARGET KEGIATAN

Yang menjadi target kegiatan Gerebek Tenda ini yaitu :

1. Semua sasaran telah mengetahui tentang kegiatan PTM dan jadwal pelaksanaan   kegiatan

1.    Telah dilaksanakannya pemeriksaan tinggi dan berat badan, IMT, Tekanan darah dan kadar gula darah.

 

 HASIL KEGIATAN

Adapun hasil kegiatan setelah kurang lebih satu tahun (selama tahun 2019) dilaksanakan kegiatan Gerebek Tenda sebagai berikut :

 

NO

KEGIATAN

SEBELUM GEREBEK TENDA

SESUDAH GEREBEK TENDA

1

Pelayanan kesehatan penderita Hipertensi (persentase penderita Hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar SPM)

69%

79,03%

2

Penlayanan kesehatan penderita Diabetes Melitus / DM sesuai SPM

63%

131,6%

 

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa cakupan hasil kegiatan Pelayanan penderita Hipertensi sesuai SPM mengalami peningkatan sesudah dilaksanakannya kegiatan Gerebek Tenda , demikian juga halnya dengan cakupan kegiatan Pelayanan penderita DM sesuai SPM mengalami peniingkatan sesudah dilaksanakan kegiatan Gerebek Tenda. Dan kegiatan inovasi Gerebek Tenda ini akan tetap dilaksanakan pada tahun 2020.